Wanita Bisa Menjadi Tolak Ukur Baiknya Sebuah Negara

By . Kategori: Cerita Tags: ,

irnanto.com – Kita tau kondisi negara kita sekarang ini bagaimana keadaannnya. Pemerintah saat ini banyak sekali menghadapi permasalahan-permasalahan di dalam maupun di luar negeri. Dilain sisi kita juga melihat dan mendengar fenomena yang terjadi di masyarakat khususnya di lingkungan sekolah. Banyak sekali terjadi kekerasan dan penindasan antar pelajar, mungkin bagi sebagian orang menganggap fenomena ini sudah biasa, tetapi coba kita teliti lebih jauh lagi.

Dulu zaman tahun 90an dan 2000an yang masyarakat masih belum banyak mengenal gadget, memang kekerasan antar pelajar dulu pernah dan mungkin sering terjadi, tetapi coba kita perhatikan “oknum pelajar” seperti apa yang melakukan kekersan tersebut ?. Pasti Anda semua sudah tau. Seperti tawuran antar pelajar, banyak sekali yang menjadi pelaku kekerasan dan tawuran tersebut adalah pelajar pria. Kalau kita menelisik lebih jauh lagi latar belakang pelajar-pelajar pria tersebut seperti apa, mungkin kita akan lebih mengerti mengapa mereka berani melakukan kekerasan dan perkelahian seperti tawuran.

Terus, apa bedanya dengan kekersan pelajar saat ini ? . Mungkin Anda semua sudah melihat video-video di internet yang menayangkan kekerasan di sekolah. Kalau kita perhatikan lagi, oknum pelajar yang melakukan kekerasan tersebut adalah oknum pelajar wanita dan kekerasan tersebut banyak yang terjadi karena berebut pasangan/pacar. 

Terus, Apa hubungannya wanita dengan negara ? . Mengapa wanita bisa menjadi tolak ukur baiknya sebuah negara ?.

Ibu Mengajarkan Hal Baik Kepada Anaknya Sebagai Penerus Bangsa

ibu mengajarkan hal baik kepada anaknya sebagai penerus bangsa

Apa Anda pernah mendengar Bapak kota negara ? . Mungkin belum pernah kan, yang sering kita dengar ibu kota negara, ibu kota provinsi dan lain sebagainnya. Mengapa menggunakan kata ibu ?. Ibu adalah wanita dewasa yang telah bersuami dan memiliki anak, tetapi kata ibu sendiri merupakan sebuah inti dari suatu kata yang mendampinginya.

Anda mungkin pernah mendengar hadist “Wanita adalah tiang suatu negara, apabila wanitanya baik maka negara akan baik dan apabila wanita rusak maka negarakapun akan rusak.”

Apa maksud dari hadis tersebut. Apa kalian memperhatikan bahwa pemimpin-pemimpin kita kebanyakan adalah seorang pria, dan mungkin kalian juga pernah mendengar kalimat “Dibalik kesuksesan seorang pria, pasti ada wanita di belakangnya.”

Coba kita ambil garis lurus antara hadis dan kalimat petikan diatas. Jika banyak pemimpin pria yang baik dan sukses, maka bisa dilihat siapa-siapa saja yang menjadi pendukung kesuksesannya. Apa hal ini bisa di hubungkan dengan salah satu ayat dalam Al-Qur’an ?.

wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezeki yang mulia (surga).” An-Nuur : 26

Selain itu pula wanita atau seorang ibu melahirkan anak-anak yang nantinya akan menjadi penerus bangsa. Dan perlu di ingat, anak adalah cerminan dari orang tuannya. “Buah jatuh tidak jauh dari pohonnya“. Itu kata pepatah. Lirik lagu raihan “Iman tak dapat diwarisi dari seorang ayah yang bertaqwa“. Terus, apa yang bisa kita telaah dari pernyataan-pernyataan tersebut ?.

Seorang anak di masa depan bisa memiliki kemungkinan jadi orang yang baik jika dia pernah diasuh atau di bimbing oleh ibu yang baik pula. Tetapi jika seorang anak tidak pernah di asuh atau dibimbing oleh ibu atau orang tua yang baik, maka kemungkinan besar dikemudian hari dia akan sulit menjadi orang yang baik pula. “Tetapi Allah SWT memberikan hidayah kepada hamba-hamba yang dikehendaki-Nya”.

Bagi sebagian anak, ibu adalah orang terdekat dan mungkin paling mengerti tentang dirinya. Setiap anak berbeda-beda karakter, sifat, dan wataknya. Tetapi akhlak yang baik bisa di ajarkan orang tua kepada anak mulai dari kecil. Hal ini yang bisa membentuk penerus bangsa menjadi orang-orang yang berakhlak baik pula.

Seorang ibu atau orang tua menjadi pintu gerbang pertama dalam pendidikan anak-anaknya. Pendidikan yang dimaksud ini bukan hanya berbicara, membaca, menulis, dan berhitung, tetapi lebih luas lagi yaitu pendidikan budi pekerti, moral, emosional, akhlak, dan lain sebagainya.

Kita balik lagi ke fenomena kekerasan di sekolah yang menjadi oknumnya ialah pelajar wanita. Saya mengambil contoh salah satu video wanita yang melakukan kekerasan kepada teman wanitanya yang lain. Kekerasan yang dilakukan bukan hanya kekerasan verbal saja, tetapi sudah mengarah ke kekerasan fisik.

Sebenarnya banyak hal yang mempengaruhi anak berlaku tidak baik (dalam hal ini melakukan kekersan kepada teman) diantaranya yaitu lingkungan keluarga, masyarakat, dan sekolah.

Mungkin di lingkungan keluarga, dia tidak mendapatkan pendidikan budipekerti yang baik atau dia melihat sendiri kekerasan yang terjadi dalam keluarga. Begitu juga di lingkungan masyarakat dan sekolah, kurangnya penetapan/penegasan dan pendidikan norma-norma yang baik serta kurangnya pengawasan terhadap anak, yang berprilaku di luar aturan.

Segela sesuatu saling berkaitan dan dari yang sudah saya jelaskan sebelumnya, wanita bisa menjadi tolak ukur baiknya suatu negara dilihat dari generasi penerus bangsanya. Sebenarnya masih banyak lagi yang ingin saya jabarkan, tetapi penulis masih belajar menjabarkan apa saja yang ada di pikiran dan yang harus dituliskan dari fenomena-fenomena yang ada di masyarakat. Penulis masih banyak kekurangan dalam hal penyampaian yang baik kepada pembaca. Tetapi saya mencoba untuk memberikan yang terbaik untuk Anda. Terima kasih sudah membaca artikel Wanita Bisa Menjadi Tolak Ukur Baiknya Sebuah Negara. Semoga kita bisa membuat negara kita jadi lebih baik lagi. Aamiin.

Ayo jaga dan lindungi wanita-wanita kita(ibu, nenek, adik perempuan, kakak perempuan, saudara wanita seiman, dan lain-lain) seperti pesan Rasul Allah (Muhammad SAW) ketika akan wafat.

Belum ada komentar untuk “Wanita Bisa Menjadi Tolak Ukur Baiknya Sebuah Negara”

Tinggalkan Komentar